Dublin Core
Title
Analisis Struktur Biaya Produksi Tahu UD. Mandiri (Studi Kasus: Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung)
Subject
Analisis Biaya Produksi
Description
Kedelai merupakan salah satu bahan pangan yang memiliki permintaan yang tinggi di Indonesia. Namun, kebutuhan kedelai di Indonesia masih mengandalkan impor untuk memenuhi permintaan. Salah satu olahan kedelai yang memiliki konsumsi paling tinggi adalah tahu. Usaha pembuatan tahu potensial untuk dijalankan. UD. Mandiri merupakan industri kecil yang mengolah tahu di Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Berdasarkan wawancara, salah satu masalah di UD. Mandiri adalah kurangnya manajemen dalam mengatur biaya produksi tahu yang pencatatan biaya keluar dan masuknya tidak rapih, sehingga tidak mengetahui keuntungan maksimum yang didapat.UD. Mandiri juga menggunakan kedelai impor yang harganya cenderung selalu naik sehingga dapat mengurangi efisiensi biaya produksi tahu.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya tahu di UD. Mandiri. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menganalisis biaya yang dikeluarkan oleh UD. Mandiri untuk memproduksi tahu. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data penerimaan, produksi, biaya tetap dan biaya variabel pada tahun 2020. Data tersebut kemudian diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2016.
Berdasarkan analisis struktur biaya, biaya yang dikeluarkan oleh UD. Mandiri terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap terdiri dari biaya penyusutan bangunan, bak semen, mesin giling, penggorengan, ember serta biaya penyusutan peralatan yang termasuk ke dalam biaya tetap. Biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku kedelai, biaya minyak goreng, biaya bahan tambahan, biaya tenaga kerja, biaya bahan bakar dan biaya listrik. Besar biaya tetap yang dikeluarkan dalam satu tahun adalah sebesar Rp. 44.363.167 atau 3,11%. dan biaya variabel adalah sebesar Rp. Rp. 1.381.998.600 atau 96,89%
Berdasarkan analisis pendapatan, pendapatan yang didapat oleh UD. Mandiri untuk memproduksi tahu dalam setahun adalah sebesar Rp.Rp. 341.558.360. Berdasarkan analisis B/C Ratio tingkat keuntungan di UD. Mandiri adalah sebesar 0,24 yang mengartikan usaha produksi tahu di UD. Mandiri berjalan efisien dan menguntungkan. Berdasarkan analisis BEP. Titik impas harga penjualan produksi adalah sebesar Rp. 29.957 dan titik impas volume penjualan adalah sebesar 41.078 loyang. Hal ini mengartikan bahwa usaha produksi tahu di UD. Mandiri masih menguntungkan karena penjualan rata-rata diatas BEP. Berdasarkan analisis payback period UD. Mandiri kembali modal dalam waktu 8 bulan 6 hari mengartikan bahwa UD. Mandiri menguntungkan karena kembali modal kurang dari umur investasi. Berdasarkan analisis sensitivitas dan switching value kenaikan biaya yang dapat ditoleransi dalam menjalankan produksi tahu adalah sebesar 53% untuk kenaikan kedelai dan 213% untuk kenaikan minyak goreng.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya tahu di UD. Mandiri. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan menganalisis biaya yang dikeluarkan oleh UD. Mandiri untuk memproduksi tahu. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data penerimaan, produksi, biaya tetap dan biaya variabel pada tahun 2020. Data tersebut kemudian diolah menggunakan aplikasi Microsoft Excel 2016.
Berdasarkan analisis struktur biaya, biaya yang dikeluarkan oleh UD. Mandiri terdiri dari biaya tetap dan biaya variabel. Biaya tetap terdiri dari biaya penyusutan bangunan, bak semen, mesin giling, penggorengan, ember serta biaya penyusutan peralatan yang termasuk ke dalam biaya tetap. Biaya variabel terdiri dari biaya bahan baku kedelai, biaya minyak goreng, biaya bahan tambahan, biaya tenaga kerja, biaya bahan bakar dan biaya listrik. Besar biaya tetap yang dikeluarkan dalam satu tahun adalah sebesar Rp. 44.363.167 atau 3,11%. dan biaya variabel adalah sebesar Rp. Rp. 1.381.998.600 atau 96,89%
Berdasarkan analisis pendapatan, pendapatan yang didapat oleh UD. Mandiri untuk memproduksi tahu dalam setahun adalah sebesar Rp.Rp. 341.558.360. Berdasarkan analisis B/C Ratio tingkat keuntungan di UD. Mandiri adalah sebesar 0,24 yang mengartikan usaha produksi tahu di UD. Mandiri berjalan efisien dan menguntungkan. Berdasarkan analisis BEP. Titik impas harga penjualan produksi adalah sebesar Rp. 29.957 dan titik impas volume penjualan adalah sebesar 41.078 loyang. Hal ini mengartikan bahwa usaha produksi tahu di UD. Mandiri masih menguntungkan karena penjualan rata-rata diatas BEP. Berdasarkan analisis payback period UD. Mandiri kembali modal dalam waktu 8 bulan 6 hari mengartikan bahwa UD. Mandiri menguntungkan karena kembali modal kurang dari umur investasi. Berdasarkan analisis sensitivitas dan switching value kenaikan biaya yang dapat ditoleransi dalam menjalankan produksi tahu adalah sebesar 53% untuk kenaikan kedelai dan 213% untuk kenaikan minyak goreng.
Creator
Riris Dwi Saraswati
Publisher
Fakultas Pertanian
Date
2020
Language
Bahasa Indonesia
Type
Skripsi
