MENJADI PAHLAWAN EKONOMI

Dublin Core

Title

MENJADI PAHLAWAN EKONOMI

Subject

EKONOMI

Description

Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar dikawasan Asia Tenggara memliki masalah dibidang tenaga kerja karena pertumbuhan kesempatan kerja lebih kecil daripada pertumbuhan angkatan kerja Sektor informal memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan khususnya dalam penyerapan tenaga kerja. Indonesia sebagai salah satu Negara berkembang yang diperkira kan jumlah populasi tenaga kerja diperkotaan berkisar antara 30% sampai 70% bekerja disektor informal.
Sektor informal memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan nasional. Sektor informal dalam hal penyerapan tenaga kerja, memberikan kontribusi terhadap proses modernisasi masyarakat. sebelum mereka bekerja disektor formal tenaga kerja dari perdesaan akan bekerja disektor informal untuk memperoleh keahlian, pengetahuan dan ketrampilan.
Pendapatan yang diterima masyarakat dari sektor informal, walaupun tidak dilaporkan, akan mendorong konsumsi domestik dalam jangka pendek. Indonesia, yang lebih dari separo PDB-nya berasal dari konsumsi domestic akan sangat terbantu dengan adanya sektor informal yang menyerap hingga 90% tenaga kerja.(BAPENAS-1990)
Namun, menurut perhitungan IMF, negara berkembang seperti Indonesia akan kehilangan potensi pajak yang cukup besar dari ekonomi bawah tanah ( sektor informal). Nilai pajak yang hilang mencapai 39% dari total PDB. Maka, keberadaan sektor informal, di satu sisi, membantu perekonomian untuk berkembang, tetapi tidak memiliki kontribusi terhadap perpajakan.
Sektor informal dalam beberapa tahun terakhir, dalam berbagai perkembangan literatur telah menjadi topic pembahasan bahwa ekonomi informal merupakan inkubator untuk penciptaan perusahaan. Para wirausahawan berusaha dengan mencoba menjual (berdagang) hasil usahanya tanpa mendaftarkan perusahaannya untuk mengetahui peluang kelangsungan usahanya sebelum memutuskan untuk medaftarkan dan melegalkan usahanya (Barbour and Llanes, 2013; Caspisarow and Barbour, 2004; Dellot, 2012; European Commision, 2007, Katungi et al, 2006; OECD, 2012; Williams et al, 2012b dalam Collin 2014) Pandangan ini seperti ini telah banyak mempengaruhi pada kebijakan publik terutama dinegara-negara Eropa.
Berdasarkan hal tersebut diatas peran pemerintah sangat dibutuhkan terutama dalam hal regulasi yang mengatur agar pertumbuhan pengusaha baru tetap tumbuh tetapi masih bergerak dalam sektor informal harus diberikan kemudahan dalam hal berusaha. Mayoritas pelaku usaha pemula di hampir setiap Negara memulai usahanya disektor informal. Pola tersebut menjadi hal yang lumrah/wajar karena sebagian besar pengusaha pemula ini masih memperkirakan kelayakan usaha, kemampuan dalam bersaing dalam pasar dll.
Pemerintah diharapkan dapat memberikan aturan yang mempermudah ketika mereka akan melegalkan usahanya dan yang terpenting adalah aturan pengenaan pajak yang tidak akan memberatkan pelaku usaha baru. Pemerintah melalui kementrian keuangan dapat membantu dengan tetap memberikan kredit murah untuk merangsang tumbuhnya pelaku usaha baru. Sektor usaha mikro yang terbukti handal dalam menghadapi krisis ekonomi perlu ditingkatkan dalam hal pembinaan, dan kemudahan dalam mendapatkan akses pasar dengan menerbitkan perda pada level daerah dan kemudahan dalam mendapatkan kredit lunak untuk mendapatkan modal usaha.
Selama beberapa dekade terakhir, pemerintah di seluruh dunia semakin berfokus untuk melibatkan lebih banyak orang dalam kegiatan pasar dengan asumsi bahwa pasar memainkan peran penting dalam mencapai peningkatan standar kehidupan secara berkelanjutan (Mair & Marti; Van Stel & Storey, 2002). Tingkat ketidakpastian yang semakin meningkat dalam ekonomi dunia - dibuktikan dengan naiknya tingkat lapangan kerja, laju penciptaan lapangan kerja yang terhenti, dan pemulihan ekonomi yang lambat–fokus dalam memperbarui aktivitas wirausaha sebagai sarana untuk menghasilkan pertumbuhan ekonomi. Akibatnya, para pembuat kebijakan memberi perhatian besar pada peran spesifik para pemula dan investasi tinggi dalam penelitian dan pengembangan (Litbang) sebagai strategi penciptaan lapangan kerja (Acs & Armington, 2006; Fritsch, 2004; Schramm, 2009; Van Stel & Storey) .
Kegiatan wirasuha memacu pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja (Baumol 1996; Mair dan Marti, 2009; Schumpeter 1934 dalam Sangeeta Badal 2010) berdasarkan hal tersebut para wirausahawan memiliki peran yang penting dalam sebuah perekonomian. Aktifitas yang mereka lakukan dapat mendorong konsumsi dan penciptaan lapangan kerja.
Peran penting wirausaha dalam perekonomian perlu diukung dengan pengetahuan yang dapat memberikan gambaran awal apa yang harus dilakukan oleh seorang calon usahawan. Dalam buku ini disajikan beberapa pengetahuan yang berhubungan dengan sikap, tindakan dan pola pikir yang harus dimiliki oleh calon seorang entrepreneur.
Bagaimanakah langkah untuk menjadi seorang usahawan yang sukses dan tangguh dalam menjalankan usahanya dengan semakin meningkatnya persaingan usaha. Beberapa hal berikut yang disajikan beberapa pengetahuan dan tips yang diambil dari beberapa sumber yang diharapakan dapat menginspirasi mahasiswa yang akan berwirausaha.

Creator

SAWAL SARTONO, SE, M.M.

Publisher

LPPM PRESS

Language

INDONESIA

Type

TEXT