Dublin Core
Title
PEMBERDAYAAN DAN SOCIAL CAPITAL PADA PETANI TEMBAKAU DALAM PERSPEKTIF ADMINISTRASI PUBLIK
Subject
PEMBERDAYAAN DAN SOCIAL CAPITAL
Description
Hasil analisa kesejarahan polaproduksi tembakau dan polahubungannya yang dibangun dalamaksi, reaksi dan jaringan untukmencapai kesejahteraan hidupnyabelum memadai. Hal ini dapat dilihatdari pola produksi yang dibangun atasdasar stimulus kerja yang monoton dariuji coba tanam tembakau olehpenjajahan Belanda, dengan pola kerjapaksa. Hal inidikatakan bahwapengendalian wilayah kekuasaandibawah residen menjadikan kerajaanyang ada di Madura harus tuntuk danpatuh pada semua kebijakan,kewenangan dankeputusan untukmemikul tanggung jawab sebagaipelaksanaan. Otorisasi yang melekatsebagai tanggung yang melekat padapelaksanaan oleh Benveniste (1997)disebutlegitimate authoritydan otoritasyang dilimpahkan (authorized authorityrights). Sementara strukturmasyarakatnya, Madura merupakanunit ekohistorikal tersendiri dengankonsep formasi sosial atau caraberproduksi dari konsep Marxian, tetapibukan sebuah pendekatan sejarahMarxis. Sedangkan, produksi pertanianhanya cukup untuk memenuhikebutuhan konsumsi keseluruhanpenduduk buat sekitar 3–4 bulan saja.Penanaman tembakau yangdiperkenalkan sejak abad ke 17 danabat 18 oleh orang-orang Portugis dinusantara Indonesia–hanya ditanamsebagai salah satu tanamansampingan. Sebagai tanamansampingan,maka banyak tembakauyang diimpor ke Madura, (dilihatlaporan-laporan triwulan mengenaiimpor pada zaman pemerintahansementara Inggris (188-1817). Namunmengenai ekspornya sama sekali tidakterdapat keterangan.Pemberdayaan yang mampudiposisikan pada masyarakat petanitembakau secara objektif eksternal dansubjektif internal dalam proses produksipenanaman tembakau olehperdagangan sebagai keputusanpilihan rasional masyarakat petani. Halini ditunjukkan oleh fakta lapangansebagai berikut: adanya kenyataanbahwa Pemerintah daerah KabupatenPamekasan belum memiliki sebuahgrand designyang dapat dijadikansebagai acuan (guidnes) menciptakansebuah model pemberdayaan didalambatasan ideal pembinaan danpengalokasian dana stimulus modalproduksi pada masyarakat petani.Produksi tanaman tembakau yangdihasilkan masyarakat petani, untukpemenuhan modal usaha masihmengambil keputusan pilihanrasionalnya dengan cara utang padarentener. Selain itu, kurang adanyapenyuluhan atau pembinaan tentangbagaimana menghasilkan kualitastembakau, dan kurang adanyapengembangan informasi aksesmendapatkan modal usaha denanbunga rendah dan kurangterbangunnya mitra perdagangandengan praktisi usaha dagangtembakau didalam dan diluar negeriyang dipandang dapat menguntungkan
Creator
Dr. Muharsono, M.Si
Publisher
Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Universitas Tulungagung Publiciana
Language
INDONESIA
Type
TEXT
