Dublin Core
Title
KAJIAN RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA
DI UPTD PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS
PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
DI UPTD PENGUJIAN KENDARAAN BERMOTOR DINAS
PERHUBUNGAN KABUPATEN TULUNGAGUNG
Subject
RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA, PENGUJIAN KENDARAAN DINAS
PERHUBUNGAN TULUNGAGUNG
PERHUBUNGAN TULUNGAGUNG
Description
Pelaksana Pengujian Kendaraan Bermotor di UPTD Kabupaten Tulungagung,
bekerja keseharian dengan tingkat Risiko yang perlu pengkajian , setiap hari bergelut
dengan gas buang kendaraan yang beracun, polusi udara, suara bising, panas, debu,
menghadapi kemungkinan kecelakaan ringan sampai berat. Belum adanya cek
laborat rutin/berkala atas risiko kerja, kurang berimbangnya kompensasi yang
diterima dengan tingkat risikonya. Sedangkan untuk kompensasi finansial tidak
langsung, pemerintah telah memberikan asuransi kesehatan (BPJS) kepada Pegawai
Negeri Sipil (PNS). Akan tetapi, BPJS belum mampu mengcover biaya perawatan
yang tinggi untuk pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang ada pada
Pengujian Kendaraan Bermotor. Tujuan Penelitian adalah: (1) Ingin mengetahui
identifikasi bahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2) Ingin mengetahui
analisis potensi bahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (3) Untuk
mengetahui penilaian risiko dari Tingkat Risikonya (Level Risk) terhadap
Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Metode penelitian , Langkah-langkah yang
dilakukan pada tahapan pengumpulan dan pengolahan data adalah sebagai berikut :
(1) Mengetahui urutan proses Uji yang ada pada pengujian kendaraan. (2)
Mengidentifikasi adanya potensi bahaya pada proses pengujian kendaraan dari
Proses awal sampai proses akhir dengan mengamati adanya segala penyimpangan
yang terjadi sehingga mampu menyebabkan kecelakaan dan konsekuensi kerja.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan secara langsung,
wawancara dengan beberapa karyawan pelaksana pengujian kendaran dan dokumendokumen
yang
mendukung.
(3.) Menilai tingkat risiko (risk level) yang timbul dari
mendefinisikan kriteria kemungkinan (Likelihood) dan kriteria konsekuensi
(Consequences), dengan menggunakan metode Hazop. Hasil penelitian: (1) Dari
kriteria Kemungkinan (likehood) menunjukkan, rata-rata kemungkinan terjadi
kecelakaan kerja adalah Rendah (Score 2): Kecelakaan jarang terjadi, mungkin hanya
1 kali selama 10 tahun terakhir. (2) Dari kriteria konsekuensi (Consequences)
menunjukkan rata-rata konsekuensi jangka panjang adalah Rentan (Score 4): suatu
risiko yang bisa secara nyata jangka panjang terjadi gangguan pernafasan
kronis,yang disebabkan dari sumber hazard gas buang beracun. (3) Matrik penilaian
risiko (Risk Matrix) berdasar teori Hazop dari titik potong likehood score 2 (dua) dan
Consequences score 4 (empat) berada pada zona Tingkat Risiko (Risk Level) tinggi.
bekerja keseharian dengan tingkat Risiko yang perlu pengkajian , setiap hari bergelut
dengan gas buang kendaraan yang beracun, polusi udara, suara bising, panas, debu,
menghadapi kemungkinan kecelakaan ringan sampai berat. Belum adanya cek
laborat rutin/berkala atas risiko kerja, kurang berimbangnya kompensasi yang
diterima dengan tingkat risikonya. Sedangkan untuk kompensasi finansial tidak
langsung, pemerintah telah memberikan asuransi kesehatan (BPJS) kepada Pegawai
Negeri Sipil (PNS). Akan tetapi, BPJS belum mampu mengcover biaya perawatan
yang tinggi untuk pekerjaan dengan tingkat risiko kecelakaan kerja yang ada pada
Pengujian Kendaraan Bermotor. Tujuan Penelitian adalah: (1) Ingin mengetahui
identifikasi bahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (2) Ingin mengetahui
analisis potensi bahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja. (3) Untuk
mengetahui penilaian risiko dari Tingkat Risikonya (Level Risk) terhadap
Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Metode penelitian , Langkah-langkah yang
dilakukan pada tahapan pengumpulan dan pengolahan data adalah sebagai berikut :
(1) Mengetahui urutan proses Uji yang ada pada pengujian kendaraan. (2)
Mengidentifikasi adanya potensi bahaya pada proses pengujian kendaraan dari
Proses awal sampai proses akhir dengan mengamati adanya segala penyimpangan
yang terjadi sehingga mampu menyebabkan kecelakaan dan konsekuensi kerja.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan secara langsung,
wawancara dengan beberapa karyawan pelaksana pengujian kendaran dan dokumendokumen
yang
mendukung.
(3.) Menilai tingkat risiko (risk level) yang timbul dari
mendefinisikan kriteria kemungkinan (Likelihood) dan kriteria konsekuensi
(Consequences), dengan menggunakan metode Hazop. Hasil penelitian: (1) Dari
kriteria Kemungkinan (likehood) menunjukkan, rata-rata kemungkinan terjadi
kecelakaan kerja adalah Rendah (Score 2): Kecelakaan jarang terjadi, mungkin hanya
1 kali selama 10 tahun terakhir. (2) Dari kriteria konsekuensi (Consequences)
menunjukkan rata-rata konsekuensi jangka panjang adalah Rentan (Score 4): suatu
risiko yang bisa secara nyata jangka panjang terjadi gangguan pernafasan
kronis,yang disebabkan dari sumber hazard gas buang beracun. (3) Matrik penilaian
risiko (Risk Matrix) berdasar teori Hazop dari titik potong likehood score 2 (dua) dan
Consequences score 4 (empat) berada pada zona Tingkat Risiko (Risk Level) tinggi.
Creator
Dr. Dra. SRI SUTRISMI, M.M.
Publisher
JURNAL BENEFIT FAKULTAS EKONOMI
Language
INDONESIA
Type
TEXT
