Dublin Core
Title
PENGARUH PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PENDAPATAN PETANI JAGUNG LAHAN KERING ,di wilayah Desa Pakesrejo, Kecamatan Tanggunggunung, Kabupaten Tulungagung
Subject
Regulator Tumbuhan Pertanian
Description
Tanaman jagung merupakan tanaman yang peka terhadap perbedaan kesuburan tanah, maka dalam pembudidayaanya diperlukan pupuk organik cair, sehingga produksi jagung di lahan kering yang pada umumnya tingkat kesuburan tanahnya rendah dapat meningkat. Dengan demikian peningkatan pendapatan akibat penggunaan pupuk organik cair perlu di teliti lebih lanjut.
Diduga pendapatan petani dalam berusahatani tanaman jagung dengan menggunakan pupuk organik cair lebih tinggi dibanding dengan pendapatan petani yang tidak menggunakan pupuk organik cair. Untuk mengetahui tingkat keuntungan petani digunakan analisis R/C ratio, ialah perbandingan antara penerimaan usahatani dengan biaya produksi usahatani.
Dari analisa data diperoleh hasil bahwa penerimaan petani yang menggunakan pupuk organik cair = Rp.12.165.029,- ; pengeluarannya Rp.4.651.000,- sehingga R/C rationya =2,62; maka usahatani ini menguntungkan.
Sedangkan pendapatan petani yang tidak menggunakan pupuk organik cair = Rp.12.149.257,- pengeluarannya = Rp.4.758.000,- , maka R/C ratio = 2,55 dan usahatani ini juga menguntungkan walaupun sedikit lebih rendah. Dari kedua sistem tersebut sama-sama menghasilkan R/C ratio > 1, maka kedua sistem tersebut sama-sama menguntungkan.
Diduga pendapatan petani dalam berusahatani tanaman jagung dengan menggunakan pupuk organik cair lebih tinggi dibanding dengan pendapatan petani yang tidak menggunakan pupuk organik cair. Untuk mengetahui tingkat keuntungan petani digunakan analisis R/C ratio, ialah perbandingan antara penerimaan usahatani dengan biaya produksi usahatani.
Dari analisa data diperoleh hasil bahwa penerimaan petani yang menggunakan pupuk organik cair = Rp.12.165.029,- ; pengeluarannya Rp.4.651.000,- sehingga R/C rationya =2,62; maka usahatani ini menguntungkan.
Sedangkan pendapatan petani yang tidak menggunakan pupuk organik cair = Rp.12.149.257,- pengeluarannya = Rp.4.758.000,- , maka R/C ratio = 2,55 dan usahatani ini juga menguntungkan walaupun sedikit lebih rendah. Dari kedua sistem tersebut sama-sama menghasilkan R/C ratio > 1, maka kedua sistem tersebut sama-sama menguntungkan.
Creator
BUDI KARYANTO
Publisher
Fakultas Pertanian
Date
2020
Language
Bahasa Indonesia
Type
Skripsi
