ANALISIS PERAN SEKTOR INFORMAL SEBAGAI INKUBATOR BISNIS USAHA KECIL DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

Dublin Core

Title

ANALISIS PERAN SEKTOR INFORMAL SEBAGAI INKUBATOR BISNIS USAHA KECIL DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

Subject

INKUBATOR BISNIS

Description

Sektor informal memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembangunan nasional. Namun, menurut perhitungan IMF, negara berkembang seperti Indonesia akan kehilangan potensi pajak yang cukup besar dari ekonomi bawah tanah. Nilai pajak yang hilang mencapai 39% dari total PDB. Maka, keberadaan ekonomi bawah tanah, di satu sisi, membantu perekonomian untuk berkembang, tetapi tidak memiliki
kontribusi terhadap perpajakan. Kabupaten Tulungagung seperti yang tercantum dalam data statistik (Tulungagung dalam angka, BPS Kab. Tulungagung 2014)
memiliki jumlah pengusaha dalam skala mikro (IKKR) sebesar 6269 pengusaha, yang tersebar di 17 (tujuh belas) kecamatan. Sektor informal dalam beberapa tahun terakhir, dalam berbagai perkembangan literatur telah menjadi topic pembahasan bahwa ekonomi informal merupakan inkubator untuk penciptaan perusahaan. Para wirausahawan berusaha dengan mencoba menjual (berdagang) hasil usahanya tanpa
mendaftarkan perusahaannya untuk mengetahui peluang kelangsungan usahanya sebelum memutuskan untuk medaftarkan dan melegalkan. Pandangan ini seperti ini
telah banyak mempengaruhi pada kebijakan publik terutama dinegara-negara Eropa. Fenomena pelaku usaha sebelum melegalkan usahanya berusaha di sector informal
diberbagai negara seperti disebutkan dalam hasil penelitian diatas ternyata menunjukkan pentingnya sektor informal sebagai inkubator bisnis. Mengingat arti sektor informal sebagaimana disinggung diatas peneliti menduga bahwa para pelaku wirausaha sebelum mereka melegalkan dan mendaftarkan usahanya secara resmi, mereka terlebih dahulu berusaha disektor informal.Metode penelitian yang
digunakan adalah kuantitatif dengan menggunakan analisa regresi logit untuk mengetahui hasil penggunaan model. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa
maypritas pelaku usaha pada tahap awal (start up) cenderung memulai usahanya disektor informal dengan alasan terbesar adalah sector informal memberikan mereka kesempatan sebelum kapasitas usaha untuk memenuhi didaftarkan (94,4%) dan alasan kedua adalah mereka ingin mengetahui visibilitas usaha yang mereka yang mereka rintis (94,3%), sedangkan penggunaan model tambahan dengan pengaruh
social demografi, kapasitas usaha dan lokasi tidak berpengaruh secara signifikan dalam menentukan keputusan berusaha disektor informal. Dari hasil penelitian diketahui nilai Nilai hitung chi-square 718,553 < nilai table 918,937, ini
menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan variable independen keputusan berusaha disektor informal pada saat memulai usaha. Dari nilai Pseudo R
2 dalam tiap model yang kecil dapat dilihat pengaruh masing-masing variabel terhadap keputusan memulai usaha disektor informal lebih banyak dipengaruhi oleh faktor
lain.

Creator

SAWAL SARTONO, SE, M.M.

Publisher

Jurnal BENEFIT

Language

INDONESIA

Type

TEXT